Revolusi Total atau Kita Akan Terus Tenggelam

Garut sakabaca.online  8 Maret 2026- Negeri ini seperti sebuah panggung besar yang penuh dengan sandiwara. Di atasnya berdiri wartawan, pejabat, pendidik, dan berbagai instansi yang katanya menjadi penjaga moral dan perubahan. Tapi semakin lama melihat, semakin terasa bahwa semuanya seperti berjalan di dalam sistem yang sama—sistem yang sudah lama rusak.

Pertanyaannya sederhana: apakah mereka bisa mengubah negeri ini?
Jawabannya terasa pahit. Tidak akan bisa, selama sistemnya tetap sama.
Dari atas sampai ke bawah, praktik-praktik buruk sudah terlalu lama hidup hingga menjadi budaya. Korupsi, kepentingan pribadi, dan permainan kekuasaan bukan lagi sesuatu yang mengejutkan.

Ia sudah seperti udara yang dihirup setiap hari. Dalam keadaan seperti itu, orang yang baik sering kali justru tersesat, tersingkir, atau dipaksa menyesuaikan diri dengan arus yang kotor.

Sebagai wartawan, kita sering diajarkan bahwa berita bisa mengubah dunia. Bahwa dengan membongkar keburukan, kebenaran akan menang. Tapi kenyataannya sering tidak seindah itu. Skandal dibuka, fakta ditulis, nama-nama disebut. Lalu apa yang terjadi? Mediasi. Audiensi. Klarifikasi. Dan setelah itu, semuanya kembali berjalan seperti biasa.Seolah-olah negeri ini memiliki kemampuan luar biasa untuk melupakan.

Masalahnya bukan hanya pada satu kasus, satu pejabat, atau satu institusi. Masalahnya adalah sistem itu sendiri. Sistem pendidikan yang gagal membentuk karakter. Sistem birokrasi yang terlalu nyaman dengan kekuasaan. Sistem ekonomi yang membuat yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin terus berjuang hanya untuk bertahan hidup.

Kadang muncul pertanyaan yang lebih menyakitkan: apakah masyarakat bisa diajak berpikir jernih dan logis tentang semua ini?
Jawabannya tidak selalu optimistis. Ketika orang-orang yang paling pintar—yang duduk di kursi pejabat, yang berdiri di mimbar pendidikan—justru sibuk memperkaya diri, maka masyarakat kehilangan contoh.

Kepercayaan runtuh sedikit demi sedikit.
Karena itu, solusi negeri ini bukan sekadar mediasi. Bukan sekadar audiensi. Bukan sekadar rapat panjang yang menghasilkan berita acara.

Yang dibutuhkan adalah sesuatu yang lebih besar: revolusi cara berpikir. Revolusi sistem. Perubahan total dari atas sampai ke bawah—dalam pendidikan, birokrasi, dan ekonomi.
Jika tidak, kita hanya akan terus menulis berita tentang keburukan yang sama, setiap hari, setiap tahun, dalam lingkaran yang tidak pernah selesai.
Dan negeri ini akan terus berjalan, bukan menuju kemajuan, tetapi menuju kelelahan panjang yang tidak pernah diakui.

Admin
Author: Admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *