Sakabaca: Gerakan yang Lahir dari Kegelisahan

Sakabaca.online 11 Februari  2026 – Sakabaca lahir pada 22 Juni 2016.
Bukan dari ruang rapat ber-AC.
Bukan dari proyek anggaran.Tapi dari kegelisahan anak-anak muda yang melihat pendidikan semakin jauh dari mereka yang tak punya biaya.

Kami adalah mereka yang pernah hampir menyerah pada keadaan.
Anak-anak dengan mimpi kuliah, tapi terbentur ekonomi.Anak-anak jalanan yang tak ingin masa depannya ikut terseret debu jalan.


Dari trotoar, dari taman kota, dari sudut-sudut yang sering dianggap sepi, Sakabaca mulai membuka lapak baca.

Buku-buku bekas dikumpulkan, dibersihkan, disusun dengan harapan sederhana: siapa pun berhak membaca, siapa pun berhak bermimpi.

Perjalanan ini tidak selalu mudah.
Pernah dianggap mengganggu.
Pernah dipindahkan.
Pernah dipandang sebelah mata.

Namun Sakabaca percaya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf. Literasi adalah keberanian berpikir. Literasi adalah jalan untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan rasa tidak percaya diri.

Kami bergerak ke desa-desa, ke pelosok-pelosok yang jarang disentuh perhatian. Menebarkan buku, menebarkan senyum, menyalakan percakapan tentang masa depan. Tidak dengan gemuruh, tidak dengan sensasi—tapi dengan ketekunan.
Sakabaca bukan hanya komunitas.
Ia adalah sikap.

Ia adalah keyakinan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari halaman kecil.
Sejak 2016 hingga hari ini, langkah itu belum berhenti.

Karena bagi kami, literasi adalah jalan ninja—sunyi, konsisten, dan perlahan mengubah dunia.
Itulah Sakabaca.
Gerakan kecil dengan mimpi besar.

 

Admin
Author: Admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *