Garut Sakabaca.online 12 februari 2026 – Komunitas literasi Sakabaca kembali menegaskan komitmennya dalam gerakan literasi dengan mengikuti kegiatan “Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Garut” yang diselenggarakan pada 11–12 Februari 2026 di Hotel Harmoni Garut. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pegiat literasi untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan arah gerakan literasi berbasis masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Faisal hadir sebagai wakil resmi Sakabaca selama dua hari penuh rangkaian pembinaan. Kehadirannya membawa semangat komunitas yang sejak 22 Juni 2016 konsisten bergerak dari jalanan hingga pelosok desa, menebarkan buku dan harapan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembinaan terkait pengelolaan komunitas, strategi peningkatan minat baca, penguatan program literasi, serta pentingnya kolaborasi antara komunitas dan pemangku kebijakan. Forum ini juga menjadi ruang refleksi bersama tentang tantangan literasi di daerah, mulai dari keterbatasan akses buku hingga keberlanjutan gerakan.
Faisal menyampaikan bahwa momentum ini menjadi penguatan moral dan intelektual bagi Sakabaca. “Kami datang bukan hanya untuk hadir, tetapi untuk belajar dan memperkuat gerakan. Apa yang didapatkan di sini akan dibawa kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan para tokoh dunia tentang kekuatan buku dan pendidikan. Nelson Mandela pernah mengatakan, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia—dan literasi adalah gerbangnya.
Malala Yousafzai menegaskan, “One child, one teacher, one book, one pen can change the world.” Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena mampu mengubah dunia.
Bahkan Jorge Luis Borges membayangkan, “I have always imagined that Paradise will be a kind of library.” Surga adalah perpustakaan—tempat pengetahuan dan imajinasi hidup tanpa batas.
Bagi Sakabaca, pembinaan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari perjalanan panjang menjaga api literasi tetap menyala. Keikutsertaan dalam kegiatan di Kabupaten Garut ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi harus terus diperkuat, diperluas, dan diperjuangkan bersama.
Karena literasi bukan hanya tentang membaca buku—melainkan tentang membangun masa depan dan peradaban.
Red
